Tampilkan postingan dengan label Human VS Machine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Human VS Machine. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Januari 2011

Robot vs Human

Kita pasti sudah mengenal sebuah ciptaan manusia yg bernama robot. Dengan segala imajinasi yg ada dalam pikiran manusia beserta tujuan dan manfaat yg ingin di raih, di ciptakanlah sebuah robot. Yup, robot di ciptakan atas keinginan manusia dalam mencapai tujuannya. Ia hanya sebuah alat yg dapat diperintah atau melakukan apa saja yang kita perintah. Robot tidak memiliki rasa atau perasaan. ketika ia diperintahkan melakukan pekerjaan yg berat atau sulit pun, ia tidak akan menolaknya atau berkeluh kesah. Kompleksitasnya tetep dapat di mengerti, apa dan bagaimana. Ketika ia mengalami suatu masalah, manusia tetap dapat mengerti apa kerusakan atau kesalahannya.

Sekarang kita beralih kepada manusia, Allah menciptakan manusia dengan segala kesempurnaannya. Manusia diciptakan dilengkapi dengan akal pikiran, panca indera, dan organ tubuh lainnya yg membentuk suatu kesatuan hingga tercipta makhluk yg sempurna bahkan dapat menimbulkan decak kagum diantara ciptaan-ciptaan Nya. Sehingga manusia dapat berpikir dan merasakan. Inilah yg membedakan manusia dengan makhluk-makhluk lainnya. Oleh karena nya manusia di cipta untuk menjadi khalifah di muka bumi atau sebagai pemimpin dimuka bumi ini. Manusia berpikir, manusia bertindak atas inisiatif dari dalam dirinya atau atas penalaran dari inputan yg ia terima dari lingkungan sekitar nya.Dan manusia dapat menentukan keputusan apa yg ingin dia perbuat (seharusnya).

Lalu, ada apa antara robot dan manusia....? disini saya hanya ingin menekankan siapa mengendalikan sapa. Tentu saja robot dikendalikan oleh manusia bukan manusia di kendalikan oleh robot. Tapi memang ada juga manusia yg dikendalikan. Tapi dikendalikan oleh sesamanya. Manusia ini jika tidak ada keinginan lepas dari kendali, maka ia layaknya robot.
Kita manusia bukanlah robot, maka harus memiliki initiatif diri sendiri. Kita manusia pastilah punya keinginan tidak seperti robot yg tak memiliki keinginan. Kita manusia pastilah memiliki perasaan, yg jika kita merasa sakit, kecewa, sedih, bahagia, pasti tubuh, hati dan pikiran akan memberikan respon. Dan tidak seperti robot yg tidak mengenal apa itu sakit, kecewa, sedih ataupun bahagia. Kompleksitas robot dapat di mengerti sesulit atau serumit apapun karena ia bersifat terukur sekaligus ciptaan manusia. Tapi kompleksitas manusia tidak sama sperti robot, kadang kita sulit menduga apa yg sedang dirasakan bagaimana perasaan nya. Mengukur perasaan manusia bukan seperti mengukur baju atau mengukur kedalaman laut. Pendekatannya hanya bisa dilakukan melalui hati ke hati. Jika ia dipaksakan melakukan sesuatu bisa saja ia berontak. Dan tidak seperti robot, ia pasti akan melakukan apa saja.

Apa yg ingin saya sampaikan dan tekankan disini adalah, manusia bukan robot. Manusia memiliki akal pikiran dan hati nurani. Dan jgn mau di kendalikan seperti robot, yg kadang dipaksa melakukan sesuatu yg sebetulnya bertentangan dengan hati nurani. Lakukan sesuatu sesuai dengan hati nurani anda. Bukan melakukan sesuatu dalam keadaan terkendalikan oleh seseorang juga. Jika itu yg anda lakukan, lalu anda robot atau manusia....???

( Dikutip dari: http://mataharilaut.blogspot.com/2007/01/robot-vs-human.html )
Selanjutnya Robot vs Human

Manusia Vs Komputer



Quantcast
Manusia lebih perfec
                 Otak manusia bisa diibaratkan seperti otot,ia dapat mengembang dan mengerut tergantung perlakuan anda terhadap pola pikir anda.Menurut saya otak adalah suatu benda yang bersikap mekanis.Otak manusia yang ukuranya hanya sebesar setengah jeruk bali mampu menyimpan informasi sekitar 800 informasi perdetik dan selama rata-rata 75 tahun hidup tanpa merasa lelah. Jika sebuah komputer dirancang untuk menyamai potensi otak manusia,dibutuhkan komputer yang seukuran sebuah gedung bertingkat setinggi  400 meter dan membutuhkan listrik 1.000.000.000 watt listrik untuk menjalankan,seperti gedung pencakar langi ya.Itulah kemampuan otak manusia sebenarya.
                   Otak manusia pernah disamakan dengan sebuah komputer sebesar sebuah lapangan sepak bola.Otak manusia dengan berat kurang lebih 1,5 dapat mengalahkan CRAY supercomputer yang beratnya 7 ton.Otak manusia dapat bekerja dengan kecepatan 200 triliun kalkulasi perdetik.Jadi berhati-hatilah anda menggunakan komputer yang super canggih ini: yaitu manusia otak kita sendiri.
                   Otak manusia diciptakan dengan kapabilitas yang belum dapat diduga.Namun sayangnya manusia lahir ke dunia ini tanpa membawa buku manual mengenai kegunaan otak dan pikirannya. Oleh karena itu janganlah menyepelekan kemampuan otak anda dan mengagungkan komputer yang menurut kita super canggih.Han Moravec, Robotic Institute dari Carnegie Mellon University, mengatakan bahwa supercomputer yang canggih pada tahun 1997 hanya mampunyai kemampuan 1/100 dari kemampuan otak manusia Dan baru pada tahun 2020,diprediksikan manusia mampu membuat supercomputer yang mampu menandingi otak manusia.
                   Dari fakta yang pernah saya baca dibuku dan sekilas saya menuliskan sedikit,dapat kita ambil kesimpulan bahwa otak kita mempunyai kemampuan dan potensi yang sangat luar biasa,saya pribadi yakin bahwa kita menggunakanya dengan optimal,kita akan mampu merai hal-hal yang tidak terpikirkan oleh kita,maka dari itu mari kita awali perilaku dan pola berfikir kita dengan apa yang kita peroleh dari MLT kamerin.Jangan sampai anugrah allah swt yang maha dasyat ini kita sia-siakan begitu saja…..SETUJU.
Selanjutnya Manusia Vs Komputer

Komputer & Robot vs Manusia

Komputer & Robot vs Manusia

STEPHEN Hawking, pakar alam semesta, mengingatkan bahwa manusia perlu melakukan rekayasa jika mereka ingin tetap mampu bersaing dengan kecerdasan buatan. Fisikawan yang menulis terbentuknya alam semesta ini khawatir jika tidak melakukannya maka kecerdasan buatan yang berwujud sistem komputer yang maha pintar itu akan mengambil alih penguasaan dunia.


Menurut pengarang buku terkenal A Brief History of Time (Riwayat sang kala), komputer mengalami peningkatan performa 2 kali lipat setiap18 bulan. Maka kemajuan teknologi kemingkinan akan mengalahkan kemampuan kecerdasan manusia.
Artinya, di masa depan, akan ada satu titik dimana kecerdasan buatan mengambil alih manusia akan alam ini.
Karena itu, fisikiawan yang tinggal di kursi roda dan bicara melalui mesin ini menggagas pentingnya rekayasa genetik pada manusia untuk mempertahankan superioritas makhluk bernyawa atas produk-produk dengan kecerdasan buatan. Melalui rekayasa genetik, diharapkan manusia akan mampu menghasilkan keturunan manusia super dengan tingkat IQ yang sangat tinggi. Demikian diungkapkan hawking itu dalam wawancara dengan majalah focus yang terbit dijerman.
Hawking bukanlah satu-satunya ilmuan yang mengungkapkan kecemasan kejadian seperti film terkenal Terminator akan menjadi kenyataan. Kecemasan hawking senada dengan peringatan yang dilemparkan oleh Bill Joy pada bulan maret 2000.
Bill Joy salah seorang pendiri Sun Microsystem, memperingatkan bahwa konvergensi teknologi komputer dan rekayasa genetik dapat menimbulkan ancaman serius pada kelangsungan hidup umat manusia dan ekosistem.
Menurut Joy, adanya kemajuan sistem molekular kini membuat manusia pada tahun 2030 nanti bisa memproduksi mesin-mesin dengan kemampuan jutaan kali lebih besar dari kemampuan PC yang ada sekarang. Heatnya lagi sistem komputer itu mampu berpikir sendiri seperti manusia.
Akhirnya, mesin-mesin yang manusia ciptakan tersebut akan memiliki kemampuan mencipta dan berkembang biak sendiri. Bila ini terjadi, maka era Terminator adalah sebuah keniscayaan.(berita IT) (sumber dari koran pos kota tanggal 23 september 2007)
Selanjutnya Komputer & Robot vs Manusia